Pa’Piong Makanan Khas Tradisional Toraja Sulawesi Selatan

Pa’Piong Makanan Khas Tradisional Toraja adalah salah satu destinasi yang wajib dituju saat berencana untuk berkeliling Indonesia, karena memiliki kekayaan seni dan budaya yang tidak ada habisnya. Selain itu masyarakat di Tana Toraja juga masih banyak melakukan tradisi demi tradisi yang menjadi turun menurun nenek moyang, salah satunya adalah cita rasa dari makanan yang bernama Pa’piong.

Pa’piong adalah salah satu makanan khas Sulawesi Selatan, yang merupakan makanan kebangsaan bagi masarakat Tana Toraja. Uniknya makanan ini disajikan didalam batang bambu yang berukuran cukup besar, dan biasa di hidangkan pada acara-acara besar masyarakat setempat. Agen Bandarq

Pa’Piong Makanan Khas Tradisional Toraja Sulawesi Selatan

Rempah pada pembuatan makanan ini pun cukup sederhana, diantaranya cabai, bawang merah, bawang putih, garam, potongan jahe, dan juga batang serai. Yang menjadikan kuliner ini unik adalah pada teknik memasaknya, dengan menggunakan bambu sebagai media yang kemudian langsung diletakan pada bara api yang menyala selama 1 hingga 2 jam lamanya saat warna bambu mulai menghitam.

Setelah bumbu tersedia, kemudian ikan mas yang sudah di potong kecil- kecil dicampur dengan bumbu lalu di masukan pada batang bambu beruas 8 hingga 10 centimeter. Makanan ini sepintas mirip dengan Pantollo. bisa juga mengganti ikan dengan daging ayam atau pun sapi sesuai dengan selera.

Tak hanya itu masyarakat setempat juga biasa menyajikan makanan ini bersama dengan nasi hangat, sayur bulunangko, mayana, dan burak atau pohon pisang muda.

Resep Pa’piong

Bahan:

Dada ayam, potong dadu (atau daging babi)
Nangka muda, potong dadu (atau Daun Mayan, ambil daunnya)
Daun kemangi
Cabai rawit, iris tipis
Bawang merah, iris tipis
Bawang putih, cincang halus
Daun jeruk
Jeruk nipis
Garam
Gula
Jahe, iris tipis
Batng pisang paling muda

Pembungkus:

1 lembar daun pisang
1 batang bambu ukuran sedang, bersihkan

Cara membuat :

  • Lumuri potongan daging ayam dengan air jeruk nipis, diamkan 15 menit, bilas, sisihkan
  • Iris-iris batang pisang kira-kira setebal 1/2 cm, remas-remas atau ulek kasar
  • Campur potongan ayam, bumbu halus dan batang pisang juga potongan nangka
  • Tambahkan daun jeruk, cabai rawit utuh, aduk rata
  • Beri air, tutup lalu panaskan hingga ayam matang dan air menyusut
  • Beri garam, aduk rata.
  • Sebelum diangkat, masukkan daun kemangi, masak sebentar hingga kemangi sedikit layu
  • Letakkan bahan yang telah tercampur di atas daun pisang.
  • Bungkus dengan cara digulung hingga menyerupai lontong.
  • Masukkan ke dalam bambu. Panggang dalam oven panas bersuhu 240 C (60 menit)
  • Angkat, keluarkan dari bambu. Sajikan panas disertai nasi.

Salam Makananwisata.com

ZumaQQ

Post Author: warunghoki