Resep Soto Bathok Khas Jogja Paling Enak dan Nikmat

Resep Soto Bathok Khas Jogja Menyusuri sepanjang jalan bersemen di sebelah situs Candi Sambisari ke arah utara, akan kita temukan deretan saung-saung bambu yang berjejer rapi di pinggir sawah. Sebuah papan petunjuk menjelaskan tempat apakah sebenarnya kompleks saung bambu itu. Membaca papan petunjuk yang bertuliskan “Saoto Bathok Mbah Katro”, yang terlintas di pikiran saya pertama kali adalah soto dengan mangkok bathok atau tempurung kelapa. Tapi kenapa penulisannya “saoto” dan bukan “soto”? Sempat terpikir ada kesalahan penulisan.

Resep Soto Bathok Khas Jogja Paling Enak dan Nikmat

Mengintip sedikit tentang soto dan sejarahnya, ternyata saoto adalah sebutan lain untuk soto yang digunakan di daerah Solo dan bukan karena kesalahan penulisan. Sebutan soto yang beragam adalah hasil karya masyarakat kita yang suka mengucapkan istilah-istilah seenak lidah. Kuliner soto yang didirikan Mbah Katro akhir tahun lalu ini memang mengusung genre soto Solo, sehingga penamaannya pun memakai istilah daerah asalnya.

Sebelum memasuki kompleks saung bambu, YogYES berhenti di saung bambu utama untuk memesan soto daging sapi, menu satu-satunya yang ditawarkan Mbah Katro. Namun untuk teman makannya bisa memilih tempe goreng, sate usus atau sate telur puyuh yang di bumbu bacem.

Memasuki deretan saung-saung Agen Bandarq bambu kita bisa memilih ingin duduk di lesehan dengan tikar atau duduk di bangku bambu. Dari tempat YogYES duduk, Candi Sambisari tampak mengintip dengan puncaknya (Candi Sambisari terletak 6,54 m di bawah permukaan tanah, jadi meskipun dekat hanya terlihat puncaknya).

Di kompleks saung bambu itu kita bisa menemukan rawa buatan, ayunan dan jugkat-jungkit sederhana yang terbuat dari bambu. Sebuah pelengkap yang pas dengan pemandangan sawah sebagai background utamanya. Jika sedang beruntung kita akan menemukan burung bangau terbang rendah di sekitar area persawahan. Pemandangan yang tak biasa inilah yang menjadi daya tarik Saoto Bathok.

Penyajian Saoto Bathok memang berkesan tradisional dan unik

Seolah sudah diatur waktunya, pesanan pun datang setelah kami puas menikmati pemandangan. Asap tipis mengepul dari mangkok-mangkok bathok yang berisi soto daging sapi lengkap dengan nasi. Sambal, irisan jeruk nipis dan tempe yang kami pesan disajikan dalam piring-piring tanah liat berukuran kecil. Penyajian Saoto Bathok memang berkesan tradisional dan unik. Sangat cocok dengan tempat dan suasana alam pedesaannya yang kental.

Segar dan tidak berlemak adalah sensasi pertama yang kita rasakan ketika mencicipi kuah Saoto Bathok yang bening. Sudah menjadi ciri khas soto Solo yang lebih menonjolkan rasa segar perpaduan kuah bening dan kecambah daripada rasa rempah yang dominan seperti kuliner soto kebanyakan. Soto akan semakin nikmat ketika ditambahkan perasan air jeruk nipis dan memakannya bersama tempe goreng. Bisa juga ditambah sambal dan kecap.

Usai menandaskan sebathok saoto, iseng saya bertanya pada bapak-bapak yang sedang meracik soto. Siapa yang menyangka sang bapaklah yang bernama Mbah Katro. Padahal jika dilihat dari penampilannya Mbah Katro masih terlalu muda untuk dipanggil “mbah” (sebutan kakek dalam bahasa Jawa). Mbah Katro yang sebelumnya adalah pegawai hotel, memutuskan pensiun dini dan menyulap lahannya menjadi warung soto. Ternyata keputusan Mbah Katro untuk pensiun dini adalah keputusan yang tepat. Terbukti meskipun di Jogja banyak kuliner soto yang sudah melegenda, Saoto Bathok Mbah Katro tetap memiliki banyak peminat.

Bahan Membuat Soto Bathok Khas Jogya

Siapkan ayam kampung 1 kg
3 lembar daun salam
2 buah tomat merah
Air bersih 1,5 liter ( yang sudah di masak )
1 batang serai ( di memarkan )
1 sendok teh garam
Minyak secukupnya untuk menumis serta menggoreng

Bahan Bumbu Yang Harus di Haluskan :

Bawang putih 3 butir
2 blok kaldu ayam
1 sendok teh merica utuh
2 butir kemiri ( di sangrai )
5 buah bawang merah

Bahan Pelengkap Soto Bathok Khas Jogya :

Daun kol 100 gram ( iris – iris )
Toge 50 gram ( yang masih segar )
Sohun 50 gram ( sesuai selera ) rendamlah di air panas
Tahu serta tempe bacem
Nasi putih secukupnya
2 batang daun bawang ( iris tipis )
Bawang goreng secukupnya
2 batang seledri ( iris tipis )

Cara Membuat Soto Bathok Khas Jogya Enak :

Pertama kita rebus air pada panci, lalu masukan bumbu garam, daun salam serta serai kemudian masak sampai mendidih, jika sudah mendidih, maka kecilkan api biarkan ayam sampai empuk.
Angkatlah ayam yang telah kita rebus, kemudian kita siapkan minyak goreng, goreng sampai ayam berwarna kecoklatan, jika sudah matang, maka angkat dan tiriskan, suwir – suwir ayam
Kemudian kita siapkan wajan dan minyak goreng kembali, lalu masak bumbu yang telah kita haluskan
Masak kembali kuah ayam yang telah kita bumbui tadi, kemudian tambahkan tomat serta kaldu blok jangan lupa untuk di cicipi
Jika sudah, maka ambilah sebuah mangkuk, lalu beri toge suwiran ayam dan siramkan kuah panas secukupnya selanjutnya taburkan daun seledri, daun bawang serta bawang goreng secukupnya, sajikan soto dengan menggunakan batok kelapa yang sudah d bersihkan
Soto batok khas jogya siap untuk di nikmati

Salam Makananwisata.com

 

Post Author: warunghoki